Intisarinews.co.id – Penggunaan obat yang tidak sesuai aturan masih menjadi salah satu permasalahan yang sering ditemukan di masyarakat,banyak warga yang belum memahami perbedaan antara tanggal kedaluwarsa dan Beyond Use Date (BUD) atau batas waktu penggunaan obat setelah kemasan dibuka,untuk menjawab permasalahan tersebut, UPT Puskesmas Way Halim menghadirkan inovasi SOSIS BUDE (Sosialisasi Informasi Sadar Beyond Use Date).
Program ini bertujuan meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai keamanan penggunaan obat agar manfaat pengobatan dapat diperoleh secara optimal dan risiko efek samping akibat penggunaan obat yang tidak layak dapat dicegah.
Kepala UPT Puskesmas Way Halim, drg. Darma Dian Nora, menjelaskan bahwa masih banyak masyarakat yang menyimpan obat dalam jangka waktu lama setelah kemasan dibuka tanpa mengetahui bahwa kualitas obat dapat berubah.
“Tidak semua obat dapat digunakan sampai tanggal kedaluwarsa yang tercantum pada kemasan,ada batas waktu penggunaan setelah obat dibuka, dicampur, atau dilarutkan,inilah yang kami sosialisasikan melalui inovasi SOSIS BUDE,” jelasnya.
Melalui kegiatan penyuluhan di ruang tunggu puskesmas, posyandu, kelompok masyarakat, dan media edukasi lainnya, petugas kesehatan memberikan pemahaman mengenai cara penyimpanan obat yang benar, pentingnya membaca etiket obat, serta mengenali tanda-tanda obat yang sudah tidak layak digunakan.
Masyarakat juga diberikan edukasi tentang bahaya mengonsumsi obat yang telah melewati batas penggunaan karena dapat mengurangi efektivitas terapi bahkan berisiko menimbulkan gangguan kesehatan.
Program ini mendapat respon positif dari masyarakat karena memberikan informasi yang selama ini jarang diketahui secara luas,banyak warga mengaku lebih memahami cara menyimpan dan menggunakan obat secara aman setelah mengikuti sosialisasi.
Melalui inovasi SOSIS BUDE, UPT Puskesmas Way Halim berharap masyarakat semakin cerdas dalam menggunakan obat sehingga dapat mendukung terciptanya budaya penggunaan obat yang rasional dan aman.(JML)
![]()
